Oidipus Sang Raja

oidipusJudul: Oidipus Sang Raja

Pengarang: Sophokles

Penerjemah: Rendra

Penerbit: Pustaka Jaya

Jumlah Halaman: 96 hal

Tahun Terbit: 1974

Blurb:

OIDIPUS SANG RAJA, sebuah tragedi tentang usaha manusia untuk mengelak dari takdir, namun sia-sia. Ketika lahir Oidipus dibuang agar mati, karena diramalkan kelak ia akan membunuh ayahnya dan menikah dengan ibu kandungnya. Ternyata Oidipus tidak mati dalam pembuangan, dan dalam suatu pengembaraan ia bertemu dengan seorang tua yang hendak menganiayanya. Oidipus membela diri dengan terpaksa membunuh orang itu. Ia tak tahu bahwa orang itu sesungguhnya ayahnya sendiri. Dan karena ia berjasa kepada rakyat Thebes, ia pun dinobatkan menjadi raja

Para Pelaku:

Oidipus, raja Thebes

Jocasta, permaisuriya

Creon, ipar Oidipus

Teirisias, peramal

Gembala

Orang Corintha

Antigone, puteri Oidipus

Ismene, puteri Oidipus

Pendeta

Pengawal

Orang Istana

Dayang-Dayang

Review:

Saya suka kisah-kisah klasik, salah satunya kisah Oidipus ini walau kurang suka dengan temanya, tapi wajar toh karena zaman-zaman itu kisah-kisah tragedi menjadi primadona. Buku ini merupakan trilogi pertama, setelahnya ada Oidipus di Kolonus, serta yang paling sering dibicarakan saya pikir, Antigone. Berupa drama dengan bahasa puisinya yang kuat terjalin hingga menjadi kisah tragis dan mengharukan. Ketika membaca saya terpukau dengan lariknya.

OIDIPUS

“Baiklah, anak-anakku!

Akhirya aku tahu

apa maksud kedatanganmu!

Telah bisa kulihat semua penderitaanmu

namu tak ada yang melebihi penderitaanku.

Berbagai penderitaanmu adalah tunggal dan satu,

tapi penderitaanku lebih dari satu.

Kecuali menderita untuk diriku,

aku menderita untuk dirimu,

dan juga menderita untuk Thebes”. (hal 10)

Kala itu rakyat Thebes begitu menderita. Datangnya berbagai bencana, wabah, dsb telah membuat mereka datang mengadu kepada raja.

Raja, tentu menerima pengaduan tersebut dan berjanji akan mengatasinya. Dia berusaha mencari sebab musabab kenapa bencana itu datang bertubi-tubi.

Setelah bertanya kepada sang Peramal, nyatalah bencana itu disebabkan oleh kutukan Dewa.

Oidipus harus mencari siapa orang yang terkutuk tersebut yang telah membuat Dewa murka. Hingga pada akhirnya teka-teki itu berakhir pada dirinya.

Ya, dirinyalah asal muasal segala bencana dan penderitaan seluruh negeri.

Sang Raja Thebes harus bertanggung jawab atas semua yang terjadi. Akhirnya, ia meminta Creon, saudara iparnya untuk membuang dirinya ke tempat sepi nun jauh, meskipun ia harus meninggalkan ke dua puterinya yang sangat dikasihinya, Ismene dan Antigone.

Drama yang menyentuh dan tidak realistis. Namun melegenda. Jikalau zaman sekarang kutukan berlaku berapa banyak manusia yang dikutuk akan terkutuk beneran terutama para koruptor yang paling sering kena kata “terkutuk” *berkhayal*.

Apakah Anda pernah melihat sebuah drama yang dipentaskan 2500 yang lalu, ketika Dewa-Dewa berjalan dipuing-puing Athena?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s